Diduga Salah Satu Anggota LSM Tidak Lolos Seleksi Menjadi Perangkat Desa, Kades Hoho di Demo.
2 mins read

Diduga Salah Satu Anggota LSM Tidak Lolos Seleksi Menjadi Perangkat Desa, Kades Hoho di Demo.

KAB. BANJARNEGARA, JAWA TENGAH – Birokrasi di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah mendadak memanas, kali ini, panggung utamanya adalah Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Sang tokoh utama, siapa lagi kalau bukan Hoho Alkaf, Kades nyentrik yang badan dan lengan bajunya penuh karya seni tato, namun hatinya tetap melayani rakyat.

Acara yang awalnya Audiensi bertajuk “demo tertib” dari LSM, mendadak berubah menjadi kericuhan. Hal ini terjadi dalam aksi demonstrasi di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (11/3/2026). Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal dengan sapaan Hoho Alkaf, menjadi korban pengeroyokan setelah menemui massa aksi yang berunjuk rasa.

Kades Hoho saat di Demo LSM. Photo : Ist

Aksi tersebut diikuti ratusan anggota LSM yang menuntut agar hasil penjaringan perangkat desa dibatalkan. Massa menilai proses seleksi yang telah sampai tahap pengumuman perlu dihentikan dan diulang kembali. Namun tuntutan itu memicu ketegangan ketika pemerintah desa tetap bersikukuh mempertahankan hasil seleksi yang dianggap sudah sesuai aturan.

Ketegangan memuncak ketika Hoho mencoba meninggalkan area balai desa. Saat itulah sejumlah orang dari kerumunan tiba-tiba menyerbu dan melakukan pengeroyokan.

Kades Hoho diamankan Petugas dari Pendemo. Photo : Ist

Dalam pernyataannya melalui media sosial, Hoho mengungkapkan kondisi yang dialaminya setelah insiden tersebut.

“Saya hendak keluar dari balai desa, tetapi langsung diserang oleh beberapa orang. Kacamata saya pecah dan baju saya sampai robek,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa aksi demonstrasi dipicu kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa. Meski mendapat tekanan dari massa, pemerintah desa menolak membatalkan hasil yang telah ditetapkan. Anggota LSM yang kabarnya ngersulo (kecewa) karena tidak lolos seleksi perangkat desa. Ibarat ikut audisi idola tapi gagal di babak eliminasi, massa pun menuntut seleksi diulang total.

Ilustrasi. Photo : Ist

“Semua proses penjaringan sudah berjalan sesuai prosedur. Tidak bisa dibatalkan hanya karena ada tekanan,” tegasnya.

Selain mengecam tindakan anarkis tersebut, Hoho juga menyoroti pengamanan di lokasi aksi. Ia menilai aparat kepolisian kurang sigap dalam mengendalikan situasi ketika massa mulai bertindak agresif.

Akibat kejadian itu, Hoho berencana mengambil langkah hukum. Ia menyatakan akan melaporkan oknum aparat yang bertugas saat insiden terjadi ke Divisi Profesi dan Pengamanan Polri atas dugaan kelalaian dalam pengamanan.

 

Jurnalis : Raja Aprilia
Editor : Gusti Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *