Setiap Arus Mudik Lebaran Selalu Memakan Korban Jiwa. Pengamat : “Itu Bukan Takdir.”
2 mins read

Setiap Arus Mudik Lebaran Selalu Memakan Korban Jiwa. Pengamat : “Itu Bukan Takdir.”

JAKARTA – Sering terjadinya kecelakaan pada arus mudik lebaran menjadi fenomena tersendiri. Hal ini dikarenakan hampir setiap tahunnya terjadi kecelakaan tersebut bahkan hingga memakan korban jiwa. Data korban jiwa kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran di Indonesia cenderung fluktuatif, namun tetap menjadi perhatian serius setiap tahunnya. Berdasarkan data BPS, kecelakaan lalu lintas di Indonesia sangat tinggi, mencapai puluhan ribu korban jiwa per tahun.

Beberapa data dan catatan terkait kecelakaan dan korban jiwa selama masa Lebaran (mudik) di Indonesia berdasarkan data dari BPS pada tahun 2024, tercatat kecelakaan lalu lintas mencapai 150.906 kasus dengan 26.839 orang meninggal dunia dan 16.601 orang luka berat.

Salah satu kecelakaan arus mudik Lebaran 2026 yang memakan korban jiwa. Photo : Ist

Bang Umar, Penggiat Media Sosial dan Pengamat Kebijakan Publik mengatakan bahwa kejadian tersebut bukanlah takdir dari Sang Pencipta tapi karena diri kita yang tidak peduli akan keselamatan itu sendiri.

Beliau menambahkan kenapa sih harus pada kebut-kebutan dan terkesan terburu-buru? Pemudik itukan sedang menuju kampung halamannya, kenapa tidak dinikmati suasana perjalannya dengan berkendara secara perlahan sambil menikmati pemandangan atau suasana mudik itu sendiri.

Bang Umar, Penggiat Media Sosial dan Pengamat Kebijakan Publik. Photo : Ist

“Kebut-kebutan saat mudik, menurut saya itu sangat kekanak-kanakan, mau dibilang lebih cepat dan lebih hebat dalam berkendara?” ujarnya.

Selain sering kebut-kebutan para pemudik juga tidak jarang yang melanggar aturan berkendara dan aturan lalu lintas itu sendiri. Misalnya, banyak pemudik yang tidak mengenakan safety berkendara dan sering menyalip dari kiri serta tidak memperhitungkan jarak kendaraan lawan arahnya saat ingin menyalip. Selain itu, kesiapan kondisi fisik kendaraan dan pengendaranya juga sering diabaikan.

Ilustrasi Mudik Happy

“Kalau berkendaranya dibawah kecepatan normal, kendaraan dan pengendaranya sudah dikondisikan fisik dan safetynya, saya yakin tidak akan ada lagi kecelakaan yang merenggut korban jiwa, minimal berkurang,” pungkasnya.

Beliau menghimbau untuk para pemudik agar selalu mengutamakan keselamatan, jika mulai lelah atau cape, segeralah beristirahat, karena orang tua atau keluarga atau bahkan saudara sedang menanti di kampung halaman dengan harapan dapat berkumpul bersama di Hari Raya Idul Fitri atau lebaran untuk menyambung atau mempererat tali silaturahmi.

 

Jurnalis : Raja Aprilia
Editor : Gusti Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *