Keluarga Terduga Begal di Purwakarta, Masih Berduka dan Tidak Percaya Anaknya Tewas Diamuk Masa.
1 min read

Keluarga Terduga Begal di Purwakarta, Masih Berduka dan Tidak Percaya Anaknya Tewas Diamuk Masa.

PURWAKARTA, JAWA BARAT – Orang tua dan keluarga terduga begal di Purwakarta Jawa Barat masih berduka dan tidak percaya atas meninggalnya sang anak yang dimasa oleh warga karena tertangkap warga saat melakukan pembegalan kendaraan bermotor. Hingga saat ini, kedua orang tua masih tidak percaya anaknya tewas mengenaskan diamuk masa.

Menurut pihak keluarga, almarhum adalah anak baik yang rajin bekerja serta pendiam.

Photo begal di amuk masa. Photo : Ist

“Saya masih tidak percaya kalau anak saya meninggal dunia karena hal tersebut,” ujar Dodi Saepudin, Orang tua AJ kepada awak media.

Pria berinisal AJ (25), warga Desa Tanjung sari Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, yang diduga terlibat pencurian motor di Desa Gurudug pada hari Jum’at (27/2/2026), tewas setelah menjadi korban amukan massa.

Sebelum meninggal, AJ sempat mendapat perawatan di RSUD Bayu Asih karena luka parah di kepala, namun nyawanya tak tertolong. Jenazahnya dimakamkan di kampung halamannya pada Sabtu pagi (28/2/2026).

Sang ayah, Dodi Saepudin (48), menceritakan bahwa AJ adalah anak yang baik dan rajin bekerja. Ia mengaku tak menyangka putranya akan mengalami nasib tragis seperti ini.

AJ sehari-hari dikenal ramah dan bekerja sebagai sales es krim, sehingga peristiwa yang menimpa anaknya benar-benar mengejutkan keluarga.

“Dia itu anaknya baik dan rajin bekerja,” lanjutnya.

Begal di amuk masa. Photo : Ist

Dodi menambahkan, untuk sementara mereka belum terpikir mengambil langkah hukum karena masih dalam suasana berduka.

Kepala Desa Tanjungsari, Rusmana Wijaya, mengatakan pihaknya baru mengetahui kejadian dari Kepala Desa Gurudug.

Kejadian ini menjadi warning bagi seluruh orang tua agar selalu menjaga dan memantau pergaulan serta kegiatan sang anak dan tragedi ini juga menjadi pengingat pahit bahwa aksi main hakim sendiri bisa menghancurkan hidup, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

 

Jurnalis : Raja Aprilia
Editor : Gusti Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *