Bulan Ramadhan versi Umat Islam Warga Konoha. Netizen : “Walaupun Tidak Puasa, yang penting Bukber dan lebaran beli baju baru.”

JAKARTA – Puasa di Bulan Ramadhan adalah salah satu kewajiban umat Islam. Puasa tersebut diperintahkan selama sebulan penuh dalam setiap tahunnya. Sahur diwaktu sebelum imsak atau masuk waktu sholat Subuh adalah awal mulai melaksanakan puasa, hingga waktu sholat Maghrib tiba untuk melakukan buka puasa tersebut.
Banyak umat Islam di suatu daerah, kita sebut saja “Konoha” yang masih tidak menjalankan kewajibannya tersebut. Lucunya, tidak sedikit umat Islam di Konoha hanya sibuk ngabuburit dan bukber, sementara tidak melaksanakan puasa dan sholat wajib.

Setelah selesai berbuka puasa di waktu sholat Maghrib, dibulan Ramadhan disunnahkan melaksanakan sholat Tarawih setelah sholat Isya.
“Umat Islam di Konoha itu memang aneh, sibuk bukber dan sibuk ngabuburit tapi mereka tidak melaksanakan sholat wajib,” ujar salah satu warga Konoha yang merasa prihatin kepada awak media.
Mayoritas Umat Islam warga Konoha, melaksanakan Shalat Tarawih dimasjid dan musholah. Uniknya lagi semakin hari, jama’ah shalat Tarawih tersebut semakin berkurang.

“Hari pertama hingga hari ketujuh masih full jamaahnya, tapi di minggu kedua hingga akhir bulan Ramadhan, jamaahnya sudah sedikit atau bisa dibilang kosong,” lanjutnya.
Konoha berasal dari bahasa Jepang Konohagakure yang secara harfiah berarti “Desa Tersembunyi di balik Daun”. Ini adalah desa fiksi dalam serial anime/manga Naruto karya Masashi Kishimoto, yang terletak di Negara Api.
Nama ini diciptakan oleh Uchiha Madara, sedangkan aliansi desa dibentuk oleh Hashirama Senju.

Selain itu, keunikan umat Islam warga Konoha di setiap bulan Ramadhan atau bulan puasa adalah bukan cuma urusan sibuk bukber dan ngabuburit, tapi lebih sibuk memikirkan urusan makanan dan pakaian untuk lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.
“Bukan lebaran namanya kalau tidak beli daging dan baju baru,” pungkasnya.
Dengan kejadian tersebut, semoga umat Islam di Negara Republik Indonesia tercinta ini, tidak seperti kelakuan umat Islam warga Konoha.
Jurnalis : Raja Aprilia
Editor : Gusti Karlina

