“Sepi pembeli karena hujan seharian di hari pertama puasa, pedagang di Pasar Sagalaherang, Subang merugi.”

KAB. SUBANG, JAWA BARAT – Pedagang mengeluhkan hujan seharian karena menyebabkan sepinya pembeli, penurunan omzet drastis, serta risiko kerusakan barang dagangan akibat tempias air, seperti di Pasar Sagala Herang, Subang.
Kondisi ini sering memaksa pedagang menutup lapak lebih awal dan menanggung kerugian, terutama bagi penjual makanan atau minuman.

Para pedagang kaki lima yang berada di Pasar Sagala Herang, Subang mengatakan bahwa para pembeli enggan ke pasar karena hujan, membuat dagangan (khususnya es/minuman) tidak laku.
Abah Asep, salah satu pedagang yang berjualan di Pasar Sagala Herang mengatakan bahwa dagangannya sepi pembeli karena hujan tidak kunjung berhenti.

“Sepi pembeli karena hujannya tidak kunjung berhenti, akhirnya merugi,” ujar Abah Asep kepada awak media.
Sejak semalam hujan terus mengguyur daerah Subang dan sekitarnya hingga sore hari. Hujan merata hampir di seluruh wilayah Jawa Barat.

Pasar Sagalaherang, Subang, diperkirakan hujan pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan intensitas lebat (badai petir) di siang hari dan hujan ringan saat malam.
“Sejatinya hujan adalah berkah dari Sang Maha Pencipta, semoga para pedagang diberikan kesabaran dan keberkahan rezeki yang berlimpah dikemudian hari,” pungkas Abah Asep.
Jurnalis : Raja Aprilia
Editor : Gusti Karlina

