GP Ansor PW Jawa Barat, Kritik Keras KDM, Minim Perhatian ke Pesantren. Netizen : “Efek Dana Hibah.”

KOTA BANDUNG, JAWA BARAT – Pemerintahan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, dikritik keras oleh Gerakan Pemuda Ansor Pimpinan Wilayah Jawa Barat. GP Ansor menilai, pondok pesantren di provinsi Jawa Barat minim perhatian dari pemerintah provinsi Jawa Barat.
Acara Muskerwil II GP Ansor PW Jabar kali ini diselenggarakan di Aula PW NU Jawa Barat, Kota Bandung, pada Sabtu (7/3/2026) dan dihadiri oleh ratusan kader dan pengurus GP Ansor se-Jawa Barat yang pada pembahasannya adalah tentang program mudik lebaran tahun 2026.

Menurut penilaian H. Subhan Fahmi, Ketua GP Ansor PW Jabar, Pemerintahan Gubernur, Dedi Mulyadi, Pria yang biasa dikenal dengan panggilan KDM, lebih banyak berfokus pada pembangunan infrastruktur tapi minim perhatiannya kepada pondok pesantren dan guru ngaji.
“Rekomendasi GP Ansor Jawa Barat hari ini, memberikan catatan khusus pada lemahnya perhatian KDM pada pondok pesantren dan guru ngaji,” ujar H. Subhan Fahmi, Ketua GP Ansor PW Jabar.

Menurut GP Ansor Jawa Barat, pemerintahan KDM hingga saat ini belum mampu menyelesaikan masalah utama Jawa Barat.
“Kami tidak melihat ada upaya serius dalam menyelesaikan masalah yang fundamental,” lanjutnya.
Dalam forum Muskerwil II tahun 2026, GP Ansor juga menyoroti tingginya angka pengangguran.

Ketua PW GP Ansor Jabar Subhan Fahmi menegaskan bahwa persoalan pengangguran seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena sangat menentukan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, hingga kini langkah nyata untuk membuka lapangan pekerjaan dinilai belum terlihat signifikan.
Data dari Badan Pusat Statistik memperlihatkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi ketiga di Indonesia dengan angka mencapai 6,77 persen pada Agustus 2025.

Pada Tahun ini, diluncurkan program “Aswaja Bisa” yang merupakan implementasi nilai-nilai aswaja pada bidang ekonomi. Tak hanya itu, GP Ansor juga menyiapkan posko mudik Lebaran 2026 di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Setiap cabang minimal akan membuka lima posko yang menyediakan fasilitas istirahat, pijat, hingga buka puasa gratis bagi para pemudik.
Jurnalis : Raja Aprilia
Editor : Gusti Karlina

